Selasa, 27 November 2018

Kenali Penyebab Bayi Gumoh dan Gejala Penyakitnya

Bayi memang sering gumoh pada masa perkembangannya. Gumoh tidak perlu dikhawatirkan selama tidak terjadi berkepanjangan. Hanya beberapa kasus bayi muntah yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan serius. Berikut penyebab bayi gumoh dan gejala penyakitnya.

Kenali Penyebab Bayi Gumoh dan Gejala Penyakitnya

Apa Saja Penyebab Gumoh pada Bayi?
Meski terbilang normal, jika bayi sering gumoh terus menerus bisa mengakibatkan berbagai komplikasi yang mengganggu pertumbuhan bayi. Penyebab gumoh adalah pemberian ASI yang terlalu banyak. Lambung bayi memiliki kapasitas tertentu, bila lambung terisi penuh maka dapat menyebabkan bayi gumoh setelah menyusui.

Kedua, sebab bayi gumoh yaitu posisi menyusui yang salah. Pemberian ASI dengan posisi bayi tidur telentang kadang membuat cairan masuk ke saluran napas. Akibatnya bayi sering gumoh. Selain itu, pemakaian dot yang salah terkadang membuat anak malas meminumnya sehingga udara yang banyak masuk ke lambung dan menyebabkan bayi muntah.

Klep penutup lambung yang terletak di antara lambung dan saluran pencernaan bayi masih belum berfungsi dengan sempurna sehingga menjadi penyebab bayi gumoh. Belum sempurnanya fungsi pencernaan bayi juga bisa menjadi penyebab bayi gumoh.

Bayi bergerak terlalu aktif. Perut akan mengalami tekanan yang tinggi saat bayi menggeliat atau menangis terus menerus. Pergerakan secara terus menerus dan cepat inilah yang membuat lambung berkontraksi. Akibatnya, bayi mengalami gumoh.

Gejala Gumoh yang Menandakan Penyakit
Kadang-kadang, gumoh atau muntah bisa saja menunjukkan gejala penyakit yang lebih serius. Tanda-tandanya seperti dehidrasi, mulut kering, kurang air mata, ubun-ubun cekung, floppiness, dan popok basah lebih sedikit dari biasanya.

1. Darah atau Empedu Tercampur
Hal ini tidak perlu dikhawatirkan jika bayi Anda baik-baik saja sebelum ia muntah. Ini bisa terjadi ketika kekuatan regurgitasi  atau naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung tanpa disertai oleh rasa mual dan menyebabkan sedikit cairan di pembuluh darah yang melapisi tenggorokan.

Warna kemerahan pada muntah bayi Anda bisa terjadi jika ia telah menelan darah dari luka di mulutnya, atau telah mimisan dalam enam jam terakhir. Anda bisa menghubungi dokter jika bayi terus muntah diertai darah atau jika jumlahnya meningkat. Dokter akan menarik kesimpulan dari sampel muntah mengandung darah atau empedu. Empedu hijau menunjukkan usus tersumbat.

2. Muntah Terus Menerus
Jika bayi Anda muntah secara terus menerus, maka perlu sedikit curiga. Hal ini disebabkan oleh stenosis pilorus, yang merupakan kondisi langka. Stenosis pilorus bisa dialami ketika bayi berumur beberapa minggu, tetapi bisa muncul kapan saja sebelum ia berusia empat bulan.

Stenosis pilorus menjadi penyebab katup yang mengarah dari lambung ke usus menebal sehingga tidak akan cukup terbuka untuk membiarkan makanan lewat. Ini menyebabkan bayi gumoh atau muntah. Masalahnya sederhana untuk memperbaiki dengan operasi kecil, tetapi itu membutuhkan perhatian medis segera.

Anda harus paham penyebab bayi gumoh agar tidak salah langkah. Kesalahan atau lambat mengambil keputusan juga akan membahayakan untuk bayi Anda. Sehingga tidak ada salahnya jika memperbanyak pengetahuan dengan membaca banyak artikel.

0 komentar

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.